Samalanga, 20 Agustus 2026 — Siswa-siswi Program Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) SMK Negeri 1 Jeunieb melaksanakan kunjungan industri ke UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Batèe Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik mengenai dunia usaha dan dunia kerja, khususnya dalam bidang budidaya ikan air tawar.
Rombongan siswa didampingi oleh Ibu Tuti Alawiyah, S.Pi., MM. bersama sejumlah guru pendamping dari jurusan APAT. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala UPTD BBI Batèe Iliek, Muyassir, S.P., beserta jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat ruang lingkup kegiatan budidaya ikan air tawar sekaligus memahami bagaimana proses dan pengelolaan kegiatan perikanan dilakukan pada lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Selain sebagai kegiatan pembelajaran, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara SMK Negeri 1 Jeunieb dengan UPTD BBI Batèe Iliek. Salah satu agenda yang dibahas adalah koordinasi pembaruan dokumen kerja sama yang telah terjalin sebelumnya.
Tim guru APAT juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk melakukan diskusi terkait penyelarasan kurikulum APAT dengan kebutuhan kompetensi di bidang perikanan yang terus berkembang. Pembahasan turut mencakup perkembangan komoditas dan strain ikan budidaya yang saat ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi peserta didik.
Dalam suasana dialog yang hangat, Kepala UPTD BBI Batèe Iliek, Muyassir, S.P., juga berinteraksi langsung dengan para siswa. Ia mengajak peserta didik untuk membangun visi yang lebih luas dalam menempuh pendidikan di SMK.
Menurutnya, lulusan SMK tidak semestinya hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berpikir mandiri, kreatif, dan berjiwa kewirausahaan.
“Anak-anak harus memiliki kemampuan berpikir mandiri dan jiwa entrepreneur. Dengan pendidikan yang ditempuh saat ini, mereka harus mampu melihat peluang dan menjadi pengusaha perikanan yang handal, bukan hanya berpikir untuk menjadi pencari kerja atau mengharapkan menjadi PNS,” demikian pesan motivasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Tuti Alawiyah juga menggali informasi mengenai berbagai lokasi yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi siswa APAT. Hal tersebut dilakukan agar pengalaman belajar siswa tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diperluas melalui kunjungan ke berbagai sentra dan unit layanan perikanan.
Menanggapi hal tersebut, Muyassir yang sebelumnya juga pernah menjadi bagian dari lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, memberikan sejumlah rekomendasi lokasi yang dapat dikunjungi oleh siswa maupun masyarakat untuk mengenal agribisnis perikanan secara lebih spesifik.
Salah satu lokasi yang direkomendasikan berada di Kecamatan Kuala, yang memiliki kawasan dengan berbagai aktivitas perikanan. Di lokasi tersebut, siswa dapat melihat keterkaitan berbagai kegiatan usaha, mulai dari budidaya ikan hingga pengolahan dan kuliner berbahan dasar ikan.
Menurutnya, kunjungan ke kawasan tersebut dapat memberikan gambaran kepada siswa mengenai bagaimana berbagai bidang usaha saling terhubung dalam sebuah ekosistem agribisnis perikanan.
Selain itu, siswa juga dapat dikenalkan dengan Pusikandu, yaitu pusat layanan kesehatan ikan dan lingkungan budidaya ikan di bawah dinas perikanan Kabupaten Bireuen. Unit layanan tersebut memiliki peran dalam memberikan layanan teknis terkait kesehatan ikan, lingkungan budidaya, serta pengujian sampel air dan virus.
Melalui kunjungan ke unit tersebut, siswa APAT berpotensi memperoleh pengalaman belajar mengenai pemantauan kesehatan ikan, pencegahan penyakit, pengelolaan kualitas air, pengujian sampel air dan virus, serta penanganan berbagai permasalahan kesehatan ikan dan lingkungan budidaya.
Rangkaian kegiatan kunjungan kemudian ditutup dengan penguatan kerja sama kelembagaan. Ibu Idayana selaku Ketua Jurusan APAT SMK Negeri 1 Jeunieb, mewakili Kepala SMK Negeri 1 Jeunieb, turut membersamai proses penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dipersiapkan antara SMK Negeri 1 Jeunieb dengan UPTD BBI Batèe Iliek.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi kunjungan belajar bagi siswa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara satuan pendidikan dengan dunia kerja dan mitra perikanan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung penyelarasan kompetensi lulusan APAT agar semakin relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta peluang kewirausahaan di bidang agribisnis perikanan.
Penulis : Tuti Alawiyah
editor : Humas


.jpeg)

Posting Komentar