Hari Pertama Sekolah, Kepsek: Pentingnya Kecerdasan Soft Skill


SMKN 1 Jeunieb melaksanakan kegiatan Upacara Bendera, Senin (5/1), di halaman sekolah. Agenda ini menandai hari pertama efektif masuk sekolah pada semester genap tahun ajaran 2026. Upacara bendera diikuti siswa, guru, dan tendik. 

Amanat upacara perdana disampaikan Kepala SMKN 1 Jeunieb Feri Irawan, SSi. MPd. Berikut intisari amanat upacara yang disampaikan beliau.

Kita pernah mengalami bahwa teman kita yang dulu biasa-biasa saja di sekolah tapi sekarang sukses. Mengapa demikian? Karena dia punya kecerdasan yang tidak ada di raport, tidak ada di ujian, dan tidak ada di Ijazah, yaitu kecerdasan soft skill. Soft skill adalah kemampuan interpersonal dan atribut pribadi, seperti:

pantang menyerah, motivasi tinggi, percaya diri, mampu beradaptasi dengan segala lingkungan, berani, pandai bergaul, komunikatif, dan juga punya daya juang yang tinggi, dan ketekunan dalam menjalani pekerjaan. Dan yang paling penting memiliki sifat dan akhlak yang baik. 

Dibanding hard skill, soft skill sangat lebih penting. Hasil riset menyatakan 60% pekerja profesional, bekerja di bidang yang berbeda dengan latar belakang pendidikan mereka. 

Karena itu yang terpenting sebenarnya bukan Anda itu lulusan jurusan apa atau program studi apa. Tetapi Anda punya semangat yang setinggi apa dan punya ketekunan yang sekuat apa, itu yang menentukan.

Saya menyadari hal tersebut makanya ketika anak saya bersekolah saya paksakan untuk menjadi ketua OSIS,  mengikuti berbagai macam organisasi, mengikuti berbagai macam lomba dan kompetisi, untuk mematangkan soft skill tersebut. Jadi nilai raport saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan softskill.

Soft skill menjadi faktor penting dalam penentuan posisi seseorang di masa depan. Dalam pengembangan soft skill, seseorang yang berilmu akan memiliki mindset (cara berpikir) dan mental yang berbeda.

Yang menentukan masa depan adalah mindset Anda, mental Anda dan inilah yang sekali lagi menjadi pembeda antara mereka yang berilmu dengan mereka yang tidak berilmu.

Laporan Fajar Mubariq

Editor Fodic

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama