Penulis Erika Syifaq (Taruni Kelas XII Perhotelan)
Tak terasa sudah 1.468 hari Pak feri lewati di SMKN 1 Jeunieb, ini bukan sekadar tentang pindah tugas. Tetapi, ini adalah tentang melepas seseorang yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan kami. Kepala Sekolah yang selama ini berdiri di belakang kami, membantu kami, mensupport dalam berbagai kegiatan, dan mengajari kami banyak hal.
Kami datang dengan kemampuan yang biasa saja, bahkan penuh keraguan. Namun beliau tidak pernah melihat kami dari kekurangan, melainkan dari potensi. Dari titik nol, beliau membimbing, mendorong, dan menanamkan keyakinan bahwa kami mampu. Perlahan kami belajar berani melangkah, hingga akhirnya bisa berdiri di atas panggung. Semua itu berawal dari satu hal sederhana: kepercayaan beliau kepada kami.
Perpisahan ini terasa berat, karena yang pergi bukan hanya seorang pemimpin, tetapi sosok yang telah menjadi alasan kami bangkit. Kami mungkin tidak selalu mengucapkan terima kasih secara langsung, namun setiap pencapaian yang kami raih adalah bukti bahwa bimbingan beliau tidak pernah sia-sia.
Kami tahu, jarak akan memisahkan, tetapi nilai dan semangat yang beliau tanamkan akan terus hidup dalam langkah kami. Terima kasih telah menjadi cahaya di awal perjalanan kami. Kami melangkah hari ini karena pernah ada seseorang yang percaya, bahkan sebelum kami percaya pada diri sendiri.
Kata-kata yang paling diingat dan sangat memotivasi penulis adalah, “Saya yakin kamu bisa dan saya juga yakin kamu mampu.” Kalimat sederhana ini memberi semangat, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mendorong penulis untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah.
“Jejak bak relung bumi—tak terlihat, namun selamanya menopang perjalanan kami.”
Perpisahan ini mengajarkan kami bahwa dalam hidup, orang datang dan pergi. Seberapa dekat dan seberapa tulus pun kebersamaan itu, waktu akan tetap berjalan. Setiap orang punya masanya, dan setiap masa akan selalu meninggalkan cerita.
Kini, saat waktu meminta Bapak Feri Irawan S.Si M.Pd melangkah ke tempat yang baru, kami belajar untuk mengikhlaskan. Bukan karena melupakan, tetapi karena memahami bahwa tidak semua yang berarti harus selalu bersama. Jejak bak relung bumi—tak selalu terlihat di permukaan, namun tertanam dalam, menopang langkah kami selamanya.
Selamat bertugas di tempat yang baru, Bapak Kepala Sekolah. Nama dan jasa Anda akan selalu kami kenang, dalam setiap usaha dan doa kami.

Posting Komentar