Penulis Heri Budiyanto, SST ( Waka Humas SMKN 1 Jeunieb)
Waktu sering kali berjalan tanpa memberi tanda. Hari demi hari terlewati dalam rutinitas pengabdian, hingga tanpa disadari tibalah satu titik yang mengharuskan kita berhenti sejenak—untuk menoleh ke belakang, mengenang, dan memberi penghormatan. Momen itulah yang kini dirasakan oleh keluarga besar SMKN 1 Jeunieb, saat mengantarkan langkah Bapak Feri Irawan menuju tempat tugas dan pengabdian yang baru.
Perpisahan ini bukanlah sekadar pergantian jabatan atau rotasi tugas. Ia adalah perpisahan dengan sosok yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah, seorang pemimpin yang meninggalkan jejak tidak hanya pada bangunan dan program, tetapi juga pada hati, cara berpikir, dan budaya kerja seluruh warga sekolah.
Bagi kami, Bapak Feri Irawan bukan hanya kepala sekolah dalam arti struktural dan administratif. Beliau adalah panutan dalam bersikap, guru dalam mendidik, abang dalam membimbing, serta sahabat dalam kebersamaan. Sosok yang hadir tidak hanya ketika segalanya berjalan baik, tetapi juga saat sekolah menghadapi tantangan dan keterbatasan.
Dalam keseharian, Bapak Feri menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keteladanan. Beliau mengajarkan bahwa keputusan harus diambil dengan tanggung jawab, komunikasi dibangun dengan keterbukaan, dan setiap perbedaan disikapi dengan kebijaksanaan. Dari beliau, kami belajar bahwa memimpin bukan tentang memerintah, melainkan tentang melayani dan menguatkan.
Sebagai guru, beliau tidak pernah lelah mengingatkan pentingnya nilai-nilai pendidikan. Bahwa sekolah bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang untuk membentuk karakter, menumbuhkan potensi, dan menyiapkan masa depan generasi muda. Sebagai abang dan sahabat, beliau hadir dengan kehangatan, mendengar dengan empati, serta menasihati tanpa meninggikan suara.
Kami dengan penuh kebanggaan menyatakan bahwa kami beruntung pernah dibimbing dan dipimpin oleh beliau.
Selama masa kepemimpinan Bapak Feri Irawan, SMKN 1 Jeunieb mengalami berbagai kemajuan yang signifikan. Kemajuan tersebut tidak hanya tercermin pada aspek fisik dan administrasi sekolah, tetapi juga pada budaya kerja, iklim akademik, dan semangat kolaborasi yang semakin kuat.
Salah satu capaian yang paling terasa adalah munculnya talenta-talenta baru di lingkungan sekolah. Peserta didik semakin percaya diri untuk menunjukkan kemampuan dan prestasinya. Guru dan tenaga kependidikan terdorong untuk lebih kreatif, inovatif, dan berani mencoba hal-hal baru demi kemajuan bersama.
Berbagai capaian tersebut tentu tidak hadir secara tiba-tiba. Ia lahir dari proses panjang yang penuh kesabaran, ketekunan, dan visi yang jelas. Polesan tangan dingin Bapak Feri Irawan mampu merawat potensi, bahkan dari keterbatasan yang ada, hingga perlahan tumbuh menjadi kekuatan sekolah.
Beliau melihat potensi bukan hanya dari apa yang tampak di permukaan, tetapi dari apa yang bisa dikembangkan melalui proses dan kepercayaan. Pendekatan inilah yang menjadikan SMKN 1 Jeunieb terus bergerak maju dengan identitas dan karakter yang kuat.
Di tengah rasa hormat, terima kasih, dan kebanggaan ini, kami juga menyadari bahwa perjalanan panjang kebersamaan tentu tidak selalu berjalan sempurna. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, izinkan kami menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya.
Kami menyadari bahwa selama kebersamaan tersebut, mungkin terdapat sikap, ucapan, maupun perilaku kami—baik secara pribadi maupun kolektif—yang tidak sepenuhnya sejalan dengan ide, pemikiran, dan harapan Bapak Feri Irawan. Baik yang disengaja maupun yang terjadi karena keterbatasan pemahaman dan kedewasaan kami.
Atas segala kekhilafan tersebut, kami mohon dimaafkan. Permohonan maaf ini sekaligus menjadi refleksi bagi kami untuk terus berbenah, belajar, dan memperbaiki diri.
Kami berkomitmen, ke depan, untuk menjadikan keteladanan Bapak Feri Irawan sebagai motivasi dan pedoman. Nilai-nilai disiplin, integritas, tanggung jawab, dan ketulusan yang telah beliau tanamkan akan kami jaga dan lanjutkan sebagai bagian dari budaya SMKN 1 Jeunieb.
Kepergian Bapak Feri Irawan tentu meninggalkan rasa kehilangan. Kami akan merindukan sosok kebapakan yang meneduhkan, sosok guru yang membimbing dengan kesabaran, sosok mentor yang mengarahkan dengan visi, dan sosok sahabat yang menemani perjalanan kami dalam suka maupun duka.
Kenangan kebersamaan itu adalah masa-masa berharga yang tidak dapat digantikan oleh materi, jabatan, maupun nilai uang. Ia akan selalu hidup dalam cerita, nilai, dan semangat yang terus kami wariskan di lingkungan sekolah.
Namun, di balik rasa kehilangan itu, tersimpan doa dan harapan terbaik. Kami yakin dan percaya, di mana pun Bapak Feri Irawan bertugas, beliau akan terus berkarya, memberi inspirasi, dan membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan.
Terima kasih, Bapak Feri Irawan, atas seluruh pengabdian, dedikasi, dan keteladanan yang telah Bapak berikan kepada SMKN 1 Jeunieb. Terima kasih atas setiap nasihat, arahan, dan kebersamaan yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan kami.
Jangan lupakan kami, karena kami akan selalu mengenang Bapak sebagai salah satu sosok terbaik yang pernah memimpin dan membimbing SMKN 1 Jeunieb.
Selamat bertugas di tempat pengabdian yang baru teruslah berkarya, menginspirasi, dan menebar manfaat, wahai guruku. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdian Bapak.

Posting Komentar