Feri Irawan: Nahkoda yang Menyisakan Jejak di Dermaga Kenangan

Penulis: Hermansyah, S.Pd (Guru Bahasa Indonesia SMKN 1 Jeunieb)

Tanpa terasa, Bapak Feri Irawan, S.Si., M.Pd telah menuntaskan pelayarannya sebagai nahkoda di SMKN 1 Jeunieb. Waktu bergerak seperti ombak yang tak pernah berhenti, perlahan namun pasti membawa sebuah kapal besar merapat ke dermaga berikutnya. Jika dihitung dengan angka, masa tugas itu genap 1.468 hari. Namun jika dihitung dengan rasa, ia menjelma menjadi ribuan pagi yang disambut harapan, ribuan siang yang dipenuhi ikhtiar, dan ribuan senja yang ditutup dengan doa demi kemajuan sekolah tercinta.

Bagi beliau, SMKN 1 Jeunieb bukan sekadar bangunan dengan ruang kelas dan papan tulis. Ia adalah kapal kehidupan tempat banyak mimpi diangkut dan diarahkan. Di sanalah karakter ditempa, cita-cita ditanam, dan masa depan disemai. Sebagai nahkoda, Pak Feri memegang kemudi dengan ketenangan yang menenteramkan. Saat ombak kebijakan datang silih berganti dan angin perubahan bertiup kencang, beliau tetap berdiri tegak di geladak, memastikan kapal bernama SMKN 1 Jeunieb berlayar tanpa kehilangan arah.

Setiap pelayaran selalu menyimpan kisah, dan setiap pertemuan menyimpan janji perpisahan. Seperti kapal yang suatu saat harus meninggalkan dermaga, kebersamaan pun tak selamanya menetap. Tawa guru di ruang guru, langkah siswa di lorong-lorong kelas, serta diskusi hangat dalam rapat-rapat sekolah kini perlahan berubah menjadi jejak-jejak kenangan. Jejak itu mungkin tak lagi terlihat oleh mata, tetapi tertanam kuat dalam ingatan dan rasa.

Di bawah kepemimpinan Pak Feri, sekolah ini tumbuh dengan akar yang semakin kokoh. Disiplin ditegakkan bukan dengan amarah, melainkan dengan keteladanan. Kebersihan dijaga bukan sekadar kewajiban, tetapi menjadi kesadaran bersama. Prestasi dan kepercayaan masyarakat hadir seperti kapal-kapal yang memilih berlabuh, karena merasa aman dan yakin pada arah pelayaran. Semua capaian itu bukan hasil sekejap, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani dengan kesabaran dan konsistensi.

Bagi para guru, Pak Feri adalah kompas yang setia menunjukkan arah. Ia tidak memerintah dari kejauhan, melainkan berjalan bersama dalam satu irama langkah. Bagi siswa, beliau adalah pelindung sekaligus pembuka jalan: tegas saat aturan harus ditegakkan, dan lembut ketika nasihat perlu disampaikan. Dari sikap itulah lahir rasa hormat, bukan karena jabatan, tetapi karena keteladanan.

Kini, saat mutasi menjadi bagian dari takdir pengabdian, perpisahan ini terasa seperti kapal yang kembali berlayar meninggalkan dermaga. Ada haru yang tertinggal, ada doa yang mengiringi, dan ada keyakinan bahwa pelayaran berikutnya akan sampai pada tujuan terbaik. SMKN 1 Jeunieb akan selalu menjadi dermaga kenangan, tempat jejak langkah Pak Feri tertinggal jelas, meski kehadirannya tak lagi setiap hari menyapa.

Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan jeda dalam perjalanan panjang pengabdian. Nama Bapak Feri Irawan, S.Si., M.Pd akan tetap hidup dalam kisah-kisah sekolah ini, seperti bekas kemudi yang pernah diarahkan dengan penuh tanggung jawab. Selamat berlayar menuju pengabdian berikutnya, Pak Feri. Doa kami menyertai, sebagaimana laut setia mengingat kapal yang pernah menorehkan jejak di dermaga kenangan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama