Isya Fakhriani: Taruni Visioner SMKN 1 Jeunieb yang Memukau sebagai Pembina Upacara

 


BIREUEN – Ada yang berbeda pada pelaksanaan upacara bendera di SMK Negeri 1 Jeunieb pagi ini, Senin (19/2). Isya Fakhriani, seorang Taruni kelas X dari konsentrasi keahlian Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT), tampil sebagai pembina upacara dan berhasil mencuri perhatian seluruh peserta dengan orasinya yang progresif dan multibahasa.

Kejutan di Awal Pidato: "Sawasdee khap" 

Suasana lapangan upacara yang semula tenang mendadak riuh dengan tepuk tangan saat Isya membuka amanatnya. Tanpa canggung, ia menyapa audiens menggunakan bahasa Thailand, yang kemudian dilanjutkan dengan bahasa Inggris yang fasih.

Langkah ini bukan sekadar pamer kemampuan, melainkan strategi cerdas Isya untuk menarik perhatian (hook) ribuan pasang mata sebelum menyampaikan pesan intinya. Ia membuktikan bahwa siswa SMK masa kini harus memiliki wawasan global dan keberanian untuk tampil beda.

Membangun Jati Diri Melalui Kebiasaan

Mengusung tema "Membangun Jati Diri Menjemput Masa Depan", Isya menyampaikan refleksi mendalam tentang fase remaja. Menurutnya, usia SMK adalah masa transisi krusial—bukan lagi anak-anak, namun belum sepenuhnya dewasa.

"Jati diri tidak bisa dibentuk dalam semalam. Ia bukan hasil dari sulap, melainkan kristalisasi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari," tegas Isya di hadapan rekan-rekan sejawatnya.

Ia mengajak seluruh siswa untuk mulai membangun kebiasaan positif sejak dini agar siap menjemput masa depan yang penuh tantangan.

Isya Sosok Visioner: Dari Brosur Sekolah Menuju Mimpi Kedokteran Hewan

Kecemerlangan Isya di atas mimbar sebenarnya bukanlah kejutan bagi para guru yang mengenalnya sejak masa pendaftaran. Isya dikenal sebagai siswa yang sangat visioner sejak hari pertama menginjakkan kaki di SMKN 1 Jeunieb.

Saat mendaftar, ia tidak sekadar memilih jurusan secara acak. Isya datang dengan rasa ingin tahu yang besar, mempelajari profil sekolah, dan menelaah setiap konsentrasi keahlian melalui brosur. Ia bahkan sempat mengejutkan panitia PPDB dengan pertanyaan kritisnya:

"Apakah jurusan di sekolah ini relate dengan profesi yang saya inginkan? Sepertinya APAT berkaitan dengan hewan, bagaimana menurut Ibu?"

Niatnya sangat jelas: ia ingin menjadikan ilmu perikanan di SMK sebagai fondasi kuat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang Kedokteran Hewan. Sebuah lompatan berpikir yang sangat matang untuk anak seusianya.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kehadiran Isya Fakhriani sebagai pembina upacara hari ini menjadi bukti nyata bahwa SMK bukan hanya tempat belajar keterampilan teknis, tetapi juga kawah candradimuka bagi pemimpin masa depan yang berwawasan luas.

Dengan semangat "SMK Bisa, SMK Hebat", sosok Isya diharapkan dapat memotivasi siswa lainnya untuk berani bermimpi besar dan merancang peta jalan masa depan mereka sejak dini.

Penils Tuti Alawiyah

Editor Humas

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama