Zaman sekarang, banyak sekali perubahan dan perkembangan secara global yang menuntut siswa untuk beradaptasi. Oleh karena itu, perilaku kompetitif semakin masif dari waktu ke waktu. Inilah pentingnya soft skill untuk dapat bersaing dan menjadi yang terbaik.
Ada banyak soft skill untuk dikembangkan agar bisa menjadi siswa yang adaptif serta mampu bersaing. Salah satunya adalah berbicara di depan umum.
Kebiasaan setiap pagi Senin saat upacara bendera yang menjadi pembina upacara adalah kepala sekolah dan dewan guru. Namun kali ini berbeda, karena seorang taruni menjadi pembina upacara pada Senin (19/1/2026).
Kebahagiaan dan rasa puas terpancar di wajah Isyana, taruni kelas X Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) SMK Negeri 1 Jeunieb, Bireuen, ketika dapat menyelesaikan tugasnya sebagai pembina upacara dengan tema "Membangun Jati Diri Menjemput Masa Depan". Isyana untuk pertama kalinya menjadi pembina upacara tampil dengan penuh percaya diri. Ia mengawalinya dengan menggunakan Bahasa Thai dan Bahasa Inggris. Keren ya.
Setelah Isyana selesai memberikan amanatnya, semua peserta upacara baik siswa dan guru memberikan tepuk tangan serentak tanpa ada yang komando.
Terima kasih Isyana. Kamu cukup berani dan lugas dalam bicara. Tentu ini menjadi contoh bagi taruna-taruni lainnya untuk menjadi pembina upacara selanjutnya.
Secara faktual, semua anak-anak memiliki beragam kemampuan, tinggal bagaimana kita sebagai gurunya memberi mereka kesempatan dan latihan. Semua siswa harus siap mental dan siap badan ketika diberi tugas dan dapat melaksanakan amanah yang diberikan.
"Alhamdulillah, saya mendapatkan kepercayaan yang luar biasa untuk berbagi pengalaman menjadi pembina upacara hari . Ini menambah public speaking saya, “kata Isyana usai upacara.
Penulis Fodic
Dokumentasi Fajar
Editor Humas

Posting Komentar